Baper - Bacaan Perempuan

Ini Makanan Khas Raja Ampat yang Membuat Laki-laki Lebih ‘Perkasa’

RAJA AMPAT, KOMPAS.com – Raja Ampat dikenal sebagai destinasi wisata bahari, namun siapa sangka di wilayah ini memiliki keistimewaan lain yang belum banyak diketahui orang. Kabupaten Raja Ampat di Papua Barat memiliki beragam kuliner yang diyakini dapat menambah stamina dan ‘kekuatan’ kaum adam.

“Ada cacing laut, itu protein cukup tinggi dan sering jadi makanan keseharian masyarakat Raja Ampat. Protein dan gizinya cukup tinggi, dan sudah diteliti itu menghasilkan gizi yang baik,” kata Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati di Festival Kuliner Raja Ampat, Minggu (7/5/2017).

Lantaran kaya akan protein, cacing laut dapat meningkatkan stamina dan ‘kekuatan’ kaum laki-laki supaya dapat tahan lebih lama ketika berhubungan.

“Menjaga stamina, jadi bisa tahan lama, baik untuk kaum laki-laki ini,” ucap Abdul Faris lagi.

Cacing laut merupakan binatang khas Raja Ampat, biasanya mereka hidup di pinggiran pantai. Penduduk setempat tidak membudidayakan binatang tersebut, mereka memilih untuk memburunya saja.

“Biasanya dicari di pinggir pantai, di pasir-pasir, lalu diceruk pakai tangan. Mengambilnya pun pakai batang kayu, lalu dia melilit kemudian ditarik,” kata ibu penjual kuliner tersebut saat ditemui Kompas.com.

Cacing laut yang hidup liar itu memiliki bentuk mirip belut namun lebih kecil. Panjangnya bisa mencapai setengah meter.

Adapun pengolahannya untuk menjadi makanan adalah dengan memotong kepala dan ekornya, kemudian dibakar dan dibaluri bumbu yang memiliki rasa manis.

(Baca: 5 Hal Tentang Raja Ampat yang Perlu Anda Ketahui)

Kompas.com sempat mencoba cacing laut yang sudah diolah tersebut. Rasanya memang manis, gurih, dan ada sedikit aroma arangnya.

Ibu penjual cacing laut itu mengakui cacing laut memiliki khasiat yang luar biasa untuk kaum laki-laki. Ia bahkan menceritakan ketika suaminya  mengonsumsi binatang tersebut dalam jumlah yang banyak, maka ia akan kewalahan.

“Ya memang membuat kaum pria lebih kuat,” ucapnya sembari tersenyum.

KOMPAS.com/Fidel Ali Ulat sagu dalam keadaan hidup untuk dimakan.

Tak hanya cacing laut, kuliner lainnya, seperti ulat sagu, juga memiliki khasiat yang sama. Bahkan tak jarang ulat sagu dikonsumsi dalam keadaan hidup supaya dapat lebih kuat khasiatnya.

Kompas.com sempat menjajal ulat sagu untuk dimakan saat masih hidup dan saat sudah diolah. Saat masih hidup, ulat yang hidup di pohon sagu yang sudah mati ini berukuran cukup besar, kira-kira 5 cm.

(Baca: Tarik Wisatawan, Pemkab Raja Ampat Gelar Festival Kuliner Lokal)

Adapun cara memakannya adalah dengan memegang bagian kepalanya, kemudian digigit hingga putus kepalanya dan badannya dikunyah untuk kemudian ditelan. Saat dikunyah ada sensasi tersendiri karena tubuh ulat itu pecah dan memberikan rasa asin.

Saat diolah, ulat sagu memiliki kekenyalan yang lebih kuat. Rasanya sedang mengunyah permen karet.

Tak cukup sampai di situ, Raja Ampat juga memiliki kuliner penambah daya lelaki lainnya, seperti kerang laut. Saking kuatnya protein yang dikonsumsi oleh penduduk Raja Ampat, mereka perlu menetralisirnya dengan membuat makanan yang memiliki rasa manis. Karena itu, wisatawan tidak akan menemukan rasa pedas di kuliner asli Raja Ampat.

Pemkab Raja Ampat akan memasarkan beragam kuliner tersebut jika ada sambutan dari masyarakat luar Raja Ampat. Saat ini kuliner tersebut akan dikenalkan dalam Festival Kuliner Raja Ampat hingga 9 Mei 2017 terlebih dahulu.

“Kalau sudah dikenal, baru kita mulai pasarkan,” kata Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati.

Sumber: travel.kompas..com

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.