Baper - Bacaan Perempuan

Nikmati “Bebek Sungai” di Kampung Wisata Ubud

UBUD, KOMPAS.com – Desa Wisata Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Alamnya indah, budayanya terjaga.

Jika datang ke Ubud seperti datang ke galeri seni besar. Di tiap sudutnya terpajang karya seni baik seni ukir, pahat maupun lukis.

Suasananya pun tidak sebising Kuta atau Denpasar. Karena itu, Ubud jadi pilihan utama wisatawan yang ingin menikmati Bali pedesaan.

Selain karya seni, Ubud juga dikenal dengan kuliner khasnya dari bebek. Salah satu yang menyajikan menu bebek adalah Bebek Sungai Restoran yang terletak di Jalan Raya Campuhan nomor 18, Ubud.

(BACA: Soto Ayam Sudah Biasa, Cicipi Soto Bebek Bu Siswo Khas Klaten)

Restoran ini terletak tak jauh dari jantungnya Ubud. Sekitar 100 meter sebelah barat Museum Blanco.

Memasuki restoran suasana nyaman terasa. Di bagian depan dipajang ikatan padi, lengkap dengan alat tumbuk tradisional Bali. Di langit-langit digantung lampu-lampu berbalut sangkar, menambah kesan alami dan tradisional. Diperkuat meja furnitur kayu.

Manager Bebek Sungai Restoran, Ketut Suastika mengatakan di tempat ini mereka menyajikan dua jenis menu yaitu menu bercita rasa lokal dan bebek ala Eropa.

(BACA: Resor di Ubud Peringkat Kedua Terbaik di Dunia)

Menu khas lokal antara lain bebek guling, dan bebek soft and crispy. “Bebek guling dipanggang bergaya khas Bali, bumbu-bumbunya juga menggunakan rempah-rempah Bali,” kata Suastika.

Sedangkan untuk bebek soft and crispy diolah dengan teknik dikukus terlebih dahulu sebelum digoreng. Namanya juga bebek khas Bali, saat disajikan dilengkapi dengan sop Ares dan sambal marah. Rasanya nikmat di lidah.

Saat dicicipi kulit bebek terasa renyah. Dagingnya empuk. Rasa rempah tradisional benar-benar memanjakan lidah. Seporsi rasanya kurang. “Memang banyak restoran bebek, tapi di sini kami punya kekhasan rasa tersendiri,” ujar Suastika.

Untuk minuman, Bebek Sungai Restoran punya olaham cem-ceman dan es dawet Jogja. Untuk dessert pengunjung bisa menikmati penganan khas Bali seperti pisang goreng dengan variasi rasa gula merah dan kelapa serta jagung manis rebus dikombinasikan parutan kelapa dan keju.

Tiap menu dibanderol dengan harga beragam. Per porsi Rp 110.000 atau Rp 210.000 2 pax untuk menu bebek guling dan bebek soft and Crispy.

Menurut Suastika, harga tersebut sudah cukup kompetitif untuk wilayah Ubud sebagai kampung international. “Harga bersaing tentunya, yang penting kan value yang ingin disajikan ke tamu. Bisa dibilang harga kompetitif lah,” tambah Suastika.

Sumber: travel.kompas..com

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.