Baper - Bacaan Perempuan

Terbelalak dengan Pesona Gili Labak

SETELAH dua jam berlayar dari Pelabuhan Tanjung, Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kapal pun merapat ke bibir Pantai Gili Labak. Dari jauh tampak tulisan ”Gili Labak” warna warni berukuran besar.

Jelang bibir pantai, kapal yang kami tumpangi sempat sulit bergerak karena terbentur karang. Namun, akhirnya kapal bisa bersandar di pantai.

Pasir putih lembut menjemput kehadiran kami, pertengahan April lalu. Mata pun langsung terpesona oleh pemandangan Gili Labak. Air laut begitu bening sehingga dari kapal bisa menyaksikan gugusan terumbu karang dengan berbagai biota laut yang sangat indah.

”Lho, itu terumbu karang semua, ya. Tahu begitu bawa peralatan menyelam,” ujar Deedee Caniago, karyawan perusahan migas di Jakarta. Ini kunjungan perdananya ke Gili Labak.

Meski terik matahari terasa di ubun-ubun, lelah langsung sirna saat kaki menyentuh pasir pantai yang lembut. Rombongan berjumlah 30 orang dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi langsung mengikuti latihan di luar ruang.

(BACA: Liburan ke Sumenep? Coba Pilihan Aktivitas Ini…)

Sebelum tahun 2014, masyarakat Pulau Madura menyebut Gili Labak dengan luas wilayah 5 hektar ini sebagai Pulau Tikus.

Disebut Pulau Tikus konon karena pulau yang butuh waktu paling lama 45 menit untuk dikelilingi itu menjadi sarang tikus.

Kehadiran penghuni sebanyak 35 keluarga menyebabkan tikus berangsur-angsur meninggalkan pulau. Namun, hingga sekarang pulau itu belum memiliki sumber air bersih sehingga mengandalkan pasokan dari Sumenep dan pulau terdekat.

Minim fasilitas

Bukan hanya sulit air tawar, penerangan di pulau dengan taman laut yang indah ini juga masih mengandalkan genset yang hanya dinyalakan sore hari lalu padam pada pukul 06.00.

”Jangankan penginapan, apalagi warung makan, air tawar dan listrik saja masih terbatas. Kapal yang mampir di pulau ini pun tidak jelas waktunya,” kata Marini (43), warga Gili Labak, yang masuk wilayah Dusun Lembena, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep.

Meski demikian, pesona pantai ditambah panorama bawah laut yang digandrungi para penggemar snorkeling (berenang di permukaan laut) dan diving (menyelam) mampu mengalahkan minimnya berbagai sarana di Gili Labak.

”Kalau rekreasi ke Gili Labak, sebaiknya ada agenda semisal kegiatan di luar ruang atau kegiatan snorkeling dan menyelam,” kata Nurdin Razak, pemerhati pariwisata Jawa Timur.

Sumber: travel.kompas..com

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.